upah.co.id – Sebuah terobosan baru hadir dalam rangka melawan Covid-19, pembuat vaksin Cansino Biologics Inc menyatakan vaksin inhalasi pertama mereka dan sudah di setujui oleh pemerintah China .

Pada Minggu, 4 September 2022 lalu, Cansino Biologics membuat pengumuman terkait vaksin inhalasi yang disebut Convidecia Air. Merupakan vaksin Covid-19 pertama di dunia yang diaplikasikan dengan cara dihirup atau inhalasi.

Vaksin jenis ini telah mendapatkan persetujuan dari regulator obat negara China untuk penggunaan darurat sebagai booster.

Menggunakan teknologi vektor adenovirus yang sama dengan versi injeksi seperti saudaranya, namun memberikan opsi bebas jarum yang mungkin dapat meyakinkan banyak orang untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

“Vaksin bebas jarum dapat secara efektif menginduksi perlindungan kekebalan yang komprehensif sebagai tanggapan terhadap SARS-CoV-2 hanya setelah satu kali hirup,” kata Cansino Biologics seperti dikutip oleh Pikiran-Rakyat.com.

Cansino menyatakan versi inhalasi dapat merangsang kekebalan sel dan menginduksi kekebalan mukosa untuk meningkatkan perlindungan tanpa injeksi intramuskular.

Merupakan versi terbaru dari obat Covid-19, satu suntikan Cansino pertama di dunia yang telah menjalani pengujian pada manusia di Maret 2020.

Dan telah digunakan di China , Meksiko, Pakistan, Malaysia, dan Hungaria setelah diluncurkan pada bulan Februari tahun 2021.

Perusahaan tersebut sedang mencari pengembangan pada versi inhalasi untuk merangsang antibodi pada jaringan hidung dan saluran nafas untuk bisa bertahan melawan virus Corona.

Dengan metode tanpa jarum dan dapat digunakan sendiri, selain dapat memperluas daya tarik kepada orang-orang yang ragu untuk mendapatkan vaksin Covid-19, juga berpotensi untuk mengurangi tekanan pada sumber daya kesehatan.

Dalam uji klinis awal, vaksin booster Cansino terbukti 66 persen lebih efektif dalam mencegah infeksi, dan 91 persen lebih efektif melawan penyakit parah. Tapi hal tersebut mengikuti dari vaksin Sinovac Biotech dan Sinopharm yang digunakan di luar China .

Kedua perusahaan tersebut bertanggung jawab atas sebagian besar dari 770 juta dosis yang telah dikirim China ke seluruh dunia.

Vaksin ini telah mendapatkan lampu hijau oleh pemerintah China untuk digunakan sebagai booster dan dosis vaksin utama. Juga disetujui oleh WHO dan beberapa negara lainnya.***