upah.co.id – Viral salah satu warganet di Twitter membagikan tips bagi yang hendak isi bensin di SPBU Pertamina. Cuitan itu ramai jadi bahan perbincangan dan sudah dicuitkan ulang lebih dari 10.700 kali oleh netizen lainnya.

Tips itu berisi pengguna kendaraan harus menggunakan nilai rupiah ganjil saat mengisi BBM di SPBU Pertamina. Dia mengaku tips itu diperoleh langsung dari pihak SPBU Pertamina.

Ada tips dari orang SPBU Pertamina. Kalau beli bensin nilai rupiahnya harus ganjil. Contohnya Rp 155.500 atau Rp 77 ribu. Jangan Rp100 ribu,” kata akun @*ih*a*ku dalam cuitannya, dikutip Selasa (6/9/2022).

Menurutnya ada indikasi kecurangan dari pihak SPBU yang berpotensi merugikan konsumen jika membeli BBM dengan nilai rupiah genap.

Settingan SPBU Pertamina itu angka genap. Katanya, hampir sebagian besar SPBU Pertamina, curang,” ucapnya.

Cuitan itu lantas mendapat respons dari para pengguna Twitter lainnya. Sebagian dari warganet bilang dugaan kecurangan SPBU Pertamina sudah menjadi rahasia umum.

Eh sumpah ayah saya juga udah lama mas nerapin cara ini, karena orang pomnya langsung yang pernah kasih tau. Jadi saya atau ayah udah nggak pernah isi bensin di kelipatan genap, kaya 10/20/50/100. Isinya pasti 13/21/55/103 wkwk,” kata akun @H*unig*one*e.

Sudah bukan rahasia umum lagi, setiap SPBU itu nggak ada yang murni 1 liter pas. Selain mainin volume minyak, petugas lapangannya juga kalau kita isi BBM, contoh jumlahnya Rp 22.320 digenapi Rp 23.000. Bayangin sehari ada berapa motor/mobil yang ngisi dalam 24 jam, hampir di seluruh wilayah kayak gini,” ujar akun @a*e*xis*y*ame. Kutipan sudah disesuaikan dengan ejaan yang benar.

Saya sudah lama menggunakan tips tersebut. Pernah saya bandingkan mengisi 150.000 dengan 146.000 pada berlainan waktu di SPBU yang sama. Hasilnya lebih banyak yang 146.000 (beda satu garis). Tips satu lagi: minta setelan kecepatan terendah,” timpal akun @IP*u*ar*ono.

Menanggapi cuitan itu, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting membantahnya. “Tidak benar,” jawabnya singkat kepada detikcom.